♥Makalah Kebidanan

FISIOLOGI KEHAMILAN

02:12 Tyka Tykz 0 Comments


BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Kehamilan adalah suatu proses dimana sebuah sel mani membuahi telur menjadi satu sel di sepertiga bagian distal saluran telur, kemudian membelah menjadi beberapa sel disebut morula dan selanjutnya sebagai blasokist melakukan implantasi pada dinding rahim dimulai dengan perkembangan dan pertumbuhan mudigah sampai janin cukup bulan yang berlangsung selama 9 bulan (±4 minggu). Selama masa tersebut dalam tubuh ibu terjadi perubahan dalam rangka menyiapkan zat nutrisi dan hormonal dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin.
        Kehamilan mempengaruhi tubuh wanita secara keseluruhan dengan  menimbulkan perubahan fisiologis yang pada hakekatnya terjadi di seluruh sistem organ. Tubuh seorang wanita hamil harus:
-          Melindungi embrio/janin yang sedang berkembang
-          Memberikan semua yang diperlukan embrio/janin
-          Beradaptasi untuk menyediakan tempat bagi pertumbuhan embrio/janin
-          Mempersiapkan pemberian makanannya ketika janin lahir.
Sebagian besar perubahan pada tubuh seorang wanita hamil bersifat temporer dan kebanyakan dipengaruhi oleh kerja hormonal.
1.2         Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan kehamilan?
2.      Bagaimana pembagian periode dalam kehamilan?
3.      Apa saja perubahan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil?

1.3         Tujuan
1.      Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan kehamilan
2.      Mahasiswa dapat mengetahui pembagian periode dalam kehamilan
3.      Mahasiswa dapat mengetahui apa saja perubahan – perubahan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil

BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Pengertain Kehamilan
Kehamilan adalah suatu proses dimana sebuah sel mani membuahi telur menjadi satu sel di sepertiga bagian distal saluran telur, kemudian membelah menjadi beberapa sel disebut morula dan selanjutnya sebagai blasokist melakukan implantasi pada dinding rahim dimulai dengan perkembangan dan pertumbuhan mudigah sampai janin cukup bulan yang berlangsung selama 9 bulan (±4 minggu). Selama masa tersebut dalam tubuh ibu terjadi perubahan dalam rangka menyiapkan zat nutrisi dan hormonal dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin.

2.2       Periode Kehamilan
Kehamilan dibagi menjadi 3 periode, yaitu:
1.      Trimester I (konsepsi-12 minggu). Pada minggu ke 4-6 banyak wanita yang tidak menyadari kehamilannya. 3 bulan pertama dimulainya perubahan tubuh seorang wanita, morning sickness, adanya pembesaran payudara, sering BAK, cepat lelah dan letih, serta mulai pertambahan berat badan.

2.      Trimester II, dirasakan lebih comfortable bagi ibu hamil, clostrum mulai diproduksi, dan berpotensi mengalami infeksi saluran kemih dan varises.

3.      Trimester III, janin tumbuh semakin besar, sering kram, sering BAK, mulai merasakan kontraksi dan bernapas pendek-pendek.
Perubahan fisik dan fisiologis kehamilan sangat bersifat individual dan sangat unik, akan tetapi secara keseluruhan setiap calon ibu akan mengalami perubahan-perubahan alamiah yang akan menimbulkan gangguan serta penurunan kemampuan untuk menjalankan peran dan fungsinya. Perubahan-perubahan yang terjadi antara lain:

A.            System reproduksi ditandai dengan uterus tumbuh membesar, hipervaskulatisasi pada vagina/vulva, ovarium diambil alih oleh plasenta, mammae mengalami hiperplasi system duktus dan jaringan intersisial.

B.            System pernapasan ditandai dengan peningkatan kebutuhan oksigen sampai dengan 20%. Karena diafragma terdorong kearah cranial terjadi penurunan pemenuhan dada sehingga terjadi hiperventilasi dangkal 45% (20-24x/menit). Volume residu paru dan kapasitas vital menurun. Edema nasofaring serta kongest hidung.

C.            System gastrointestinal ditandai dengan perubahan-perubahan antara lain:

a.    Mual dan muntah yang terjadi akibat naiknya β HCG dan Estrogen. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10x/hari (hiperemesis gravidarum).
b.   Ptialisme adalah komplikasi tidak biasa yaitu hipersalivasi. Kehilangan 1-2 liter/hari akibat berkurangnya aktivitas menelan.
c.    Epulis gravidarum: apat terjadi perdarahan, dan menghilang pasca partum.
d.   Pirosis (nyeri ulu hati): tonus esophagus menurun, tekanan lambung meningkat, dan refluks meningkat.
e.    Penyakit ulkus peptikum
f.     Hemorrhoid : tekanan darah vena meningkat, konstipasi meningkat.
g.    Perubahan hepatic: albumin menurun, alkali fosfatase meningkat, kolesterol meningkat 2 kali lipat, serta fibrinogen meningkat 50%.
h.    Perubahan peristaltic dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar/perasaan ingin makan terus, juga akibat peningkatan asam lambung.

D.    System kardiovaskuler ditandai dengan peningkatan denyut nadi, CO meningkat sampai 20-40%, tekanan darah menurun sampai gestasi 24 minggu, kemudian meningkat sapai 10-15 mmHg saat kontraksi uterus intra-partum. Sesak napas dan mudah lelah.

E.      System metabolisme, perubahannya antara lain peningkatan kebutuhan karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, dan magnesium. Kadar kolestrol plasma meningkat sampai 300 g/100 ml.

F.      System genitourinaria, ukuran ginjal bertambah 1 cm, ureter membesar, filtrasi meningkat sampi 60-150% (poliuria), ekskresi glukosa meningkat, Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal. Tonus otot-otot Ureter menurun akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara.

G.    Perubahan pada kulit, rambut, dan mata. Peningkatan aktifitas melanophore stimulating    hormone menyebabkan           perubahan berupa hiperpigmentasi pada         wajah (kloasma    gravidarum), payudara            (areola), aksila, linea alba ( linea grisea),         striae lividae pada    perut, dsb. Tekanan intraokuler meningkat. Ketebalan kornea meningkat.

H.    Perubahan hematologik plasma. Volume plasma meningkay 50% pada usia gestasi 32 minggu, anemia fisiologik, leukosit meningkat, dan hiperkoagulasi relative (fibrinogen meningkat 50%).

I.     System endokrin, Resistensi insulin pada kehamilan, metabolisme lemak: lipolisis (hPL) meningkat.
J.      System neurologi, terjadi penekanan pada saraf ischiatic.

K.     Perubahan system musculoskeletal, relaksasi pubic akibat relaxin, dll.

L.     Perubahan berat badan.

M.    Perubahan psikologis dan emosi.
    

2.3     Perubahan Fisiologis Dalam Kehamilan 
a.       Perubahan sistem reproduksi dan payudara
1)      Uterus
     Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos uterus. Di samping itu, serabut-serabut kolagen yang ada pun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus mengikui pertumbuhan janin. Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan.
2)      Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena pengaruh hormon estrogen. Serviks mengandung lebih banyak jaringan serabut dan sedikit jaringan otot dibandingkan bagian uterus. Jaringan serabut pada serviks ini banyak mengandung kolagen. Selain itu estrogen juga meningkatkan vaskularitas serviks dan bila dilihat dengan spekulum serviks terlihat kebiru-biruan.
3)      Vagina dan Vulva
Estrogen menyebabkan perubahan lapisan otot dan epithelium. Lapisan otot mengalami hipertrofi dan epitel menjadi tebal dan menjadi tanda deskuamasi meningkat. Vagina menghasilkan cairan berwarna putih yang dikenal dengan leukore. Sel epitel juga meningkatkan kadar glikogen. Sel ini berinteraksi dengan basil dedorlein dan menghasilkan lingkungan yang lebih asam. Lingkungan ini menyediakan perlindungan ekstra terhadap organisme tetapi merupakan keadaan menguntungkan bagi candida albican. Akibat hipervaskularisasi,vagina dan vulva terlihat berwarna ungu kebiruan. Tanda ini disebut tanda chadwick.
4)      Ovarium
 Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. korpus luteum graviditis berdiameter kira-kira 3 cm. kemudian ia mengecil setelah plasenta terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone. Lambat laun fungsi ini diambil alih oleh plasenta (Winkjosastro H, 2005 : 95)
5)    Mammae / payudara
      Peningkatan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan hipertrofi dan hyperplasia pada payudara, sehingga payudara akan mengalami pembesaran. Selain  itu hormone somatomammotropin juga menstimulasi pembesaran payudara. Rasa penuh dan berat, perubahan sensitivitas mulai timbul sejak umur kehamilan 6 minggu. Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen dan putting susu menjadi lebih erektil.
Perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil. Walaupun demikian laktasi tetap terhambat sampai kadar estrogen menurun, yakni setelah janin dan plasenta lahir.
          
b.      Perubahan sistem kardiovaskuler
           Perubahan system kardiovaskuler ,melindungi fungsi fisiologi normal wanita, memenuhi kebutuhan metabolik tubuh saat hamil, dan menyediakan kebutuhan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Peningkatan volume plasma darah dan curah jantung disebabkan oleh hipertrofi atau dilatasi ringan jantung, karena diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat ke atas dan berotasi ke depan dan ke kiri.
          Selama pertengahan pertama masa hamil, tekanan sistolik dan diastolic menurun 5 sampai 10 mmHg. Penurunan tekanan darah ini kemungkinan disebabkan oleh vasodilatasi pembuluh darah perifer akibat perubahan hormonal selama masa hamil. Selama trimester ketiga, tekanan darah ibu harus kembali ke nilai tekanan darah selama trimester pertama.

c.       Perubahan sistem pernapasan 
          Pada ibu hamil kebutuhan oksigen meningkat sebagi respon terhadap peningkatan laju metabolisme dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus dan payudara. Janin membutuhkan oksigen dan suatu cara untuk membuang karbondioksida.
         Diafragma bergeser sebesar 4 cm selama masa hamil. Dengan semakin tuanya kehamilan dan seiring pembesaran uterus ke rongga abdomen, pernapasan dada menggatikan pernapasan perut dan penurunan diafragma saat inspirasi menjadi semakin sulit.

d.      Perbahan sistem urinaria
          Perubahan struktur ginjal merupakan aktivitas hormonal (estrogen dan progesterone), tekanan yang timbul akibat pembesaran uterus, dan peningkatan volume darah. Sejak minggu ke-10 kehamilan, pelvis ginjal dan ureter berdilatasi. Perubahan ini membuat ureter  mampu menampung urine dalam volume yang lebih besar dan juga memperlambat laju urine.

e.       Perubahan sistem gastrointestinal
          Fungsi saluran cerna selama masa hamil menunjukkan gambaran yang sangat menarik. Gusi cenderung mudah berdarah karena kadar estrogen yang meningkat menyebabkan peningkatan vaskularisasi selektif dan proliferasi jaringan ikat. Pada trimester pertama terjadi penurunan nafsu makan akibat nausea / vomitus. Gejala ini muncul sebagai akibat dari perubahan saluran cerna dan peningkatan kadar hCG dalam darah.
Peningkatan progesterone menyebabkan tonus dan motilitas otot polos menurun, sehingga terjadi regurgitasi esophagus, peningkatan waktu pengosongan lambung, dan peristaltik balik. Akibatnya ibu hamil tidak mampu mencerna asam atau mengalami nyeri ulu hati. Selain itu penurunan motilitas otot polos menyebabkan absorpsi air di usus besar meningkat, sehingga dapat terjadi konstipasi.

f.       Perubahan sistem integumen
Perubahan keseimbangan hormone dan peregangan mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam system integument selama masa hamil. Jaringan elastik kulit mudah pecah, menyebabkan striae gravidarum atau tanda regangan. Hiperipigmentasi timbul akibat peningkatan hormone hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil.

2.4       Perubahan dan adaptasi psikologis masa kehamilan trimester I, II, dan III
a.       Trimester I (Tahap Penyesuaian)
          1)     Ibu merasa tidak sehat  dan kadang merasa benci dengan kehamilannya
          2)     Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan. Bahkan kadaang ibu 
                  berharap agar dirinya tidak hamil saja.
         3)     Ibu akan selalu mencaari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini
                 dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya.
         4)     Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatia dengan seksama.
         5)     Oleh karena perutnya, masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang
                 ibu yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau malah mungkin dirahasiakannya.
         6)     Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita,
                tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan.

b.           Trimester II (Tahap Kesehatan yang Baik)
1)      Ibu merasa sehat, tubuh ibu terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi.
2)      Ibu sudah dapaat menerima kehamilan.
3)      Merasakan gerakan anak.
4)      Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran.
5)      Libido meningkat.
6)      Menuntut perhatian untuk cinta.
7)      Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya.
8)      Hubungan seksual meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang
          lain yang baru menjadi ibu.
9)      Ketertarikan dan aktifitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan
          persiapan untuk peran baru.

c.            Trimester III
1)       Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak
          menarik.
2)        Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu.
3)        Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan,
           khawatir  akan keselamatannya.
4)        Khawatir bayi yang akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal,
           bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya.
5)       Merasa sedih akan terpisah dari bayinya.
6)       Merasa kehilangan perhatian.
7)       Perasaan mudah terluka atau sensitif.
8)       Libido menurun.

                




You Might Also Like

0 comments:

Mohon Komentarnya ya...
Copas, Mohon izin dulu. Dan sertakan sumber.. ^^
Gomawo^^